Halaman

Konsep Tipe Data Teks, Numerik dan Khusus

Setiap aplikasi yang dibuat selalu berhubungan dengan data. Data itu banyak macam dan ukurannya. Ada yang berupa teks, angka, gambar, suara, video dan sebagainya. Dalam Visual Basic terdapat beberapa tipe data yaitu :

1. Tipe Data Numerik 

Tipe data numerik dipakai bila kita menulis program yang berhubungan dengan perhitungan, harga, usia dan lainnya. Sehingga diperlukan pengetahuan untuk memilih tipe data yang tepat sesuai kebutuhannya. Ada 3 macam tipe data numerik yaitu : 

a. Tipe data Integer 

Visual Basic membagi tipe data integer menjadi tiga macam yaitu :

Tabel 1. Tiga Macam Tipe Data Integer

Tipe Data

Kebutuhan Memori

Jangkauan Nilai

Byte

1 byte

0 sampai 255

Integer

2 byte

-32.768 sampai 32.767

Long

4 byte

-2.147.483.648 sampai  2.147.483.648

Short

8 bit

-32,768...32.767

Ulong

64 bit

0... 18, 446, 774, 073, 709, 551,615

Longword

32 bit

0...4294967295


Satu byte adalah satu lokasi penyimpanan memori 8 bit 

b. Tipe Data Desimal 

Visual Basic mengelompokkan tipe data desimal sebagai berikut: 

Tabel 2. Tipe Data Desimal

Tipe Data

Kebutuhan Memori

Jangkauan Nilai

Single

4 byte

-3.402823E+38 sampai -1.401298E45 (negatif)

1.401298E-45 sampai 3.402823E+38 (positif)

Double

8 byte

-1.79769313486232E+308 sampai 4.94065645841247E-324 (negatif)

 4.94065645841247E-324 sampai 1.79769313486232E (positif)

Currency

8 byte

-922.337.203.685.477, 5805 sampai  922.337.203.685.477, 5805

Decimal

14 byte

±79.228.162.514.264.337.593.543. 950.335 tanpa pecahan

Khusus untuk tipe data Currency, oleh Visual Basic sudah disiapkan untuk mata uang negara-negara yang disupport oleh Windows. Setting mata uang bisa dilakukan di Regional Setting di Control Panel.

2. Tipe Data Teks 

Nama, alamat, dan lain lain adalah contoh data teks yang sering kita gunakan dalam program komputer. Kumpulan huruf (boleh kosong) yang dianggap sebagai satu kesatuan itu disebut String. Visual Basic menyediakan tipe data teks sebagai berikut : 

Tipe Data

Kebutuhan Memori

Daya Tampung

String (panjang tetap)

1 karakter=1byte

1 sampai 65.400 karakter

String (panjang dinamis)

Panjang karakter

0 sampai 2 milyar

Char

Terdiri dari 1 huruf / 1 angka (1 karakter)

 

Literal string selalu diapit dengan tanda petik ganda (“). String dapat terdiri dari karakter apapun, contoh : 

           “Resistor”       “4700”       “Resistor ¼ watt 4k7 ohm” 

3. Tipe Data Khusus 

Tipe data lain yang terdapat dalam Visual Basic adalah sebagai berikut :

Tipe Data

Kebutuhan Memori

Daya Tampung

Date

8 byte

1 January 100 sampai 31 Desember 9999

Boolean

2 byte

True atau False

Object

4 byte

Sembarang obyek tempelan (embedded)

Varian (diisi angka)

16 byte

Sembarang nilai sampai Double

Variant (diisi huruf)

Panjang teks ditambah 22 byte

Sama seperti  String dinamis


Tipe data variant dapat dipakai untuk mewakili sembarang tipe data kecuali String panjang tetap.

Relasi dan Batasan/Constraint Partisipasi

Relasi

Relasi menyatakan hubungan antara dua atau beberapa entitas. Setiap relasi mempunyai batasan (constraint) terhadap kemungkinan kombinasi entitas yang berpartisipasi. Batasan tersebut ditentukan dari situasi yang diwakili relasi tersebut. 

Ragam atau jenis relasi dibedakan menjadi beberapa macam antara lain adalah : 

1. Relasi Binary. Relasi binary merupakan relasi antara dua entitas. Relasi binary ini dibedakan menjadi :

  • Relasi One-to-one (notasi 1:1) 
  • Relasi One-to-many (notasi 1:N) atau many-to-one (notasi N:1) 
  • Relasi Many-to-many (notasi M:N) 

2. Relasi Ternary. Relasi ternary adalah merupakan relasi antara tiga entitas atau lebih. 

Dalam Relasi One-to-one (1:1) setiap atribute dari satu entitas berpasangan dengan satu attribute dari entitas yang direlasikan. 

Dalam relasi One-to-many (1:N) atau many-to-one (N:1) satu atribute berelasi dengan beberapa atribute dari entitas yang direlasikan. 

Dalam Many-to-many (M:N) satu atribute berelasi dengan beberapa atribute dari entitas yang direlasikan. Begitu pula sebaliknya.

Gambar 1. Ragam Relasi Antar Entitas

Sebagaimana entias dalam relasi juga dapat dibedakan menjadi relasi kuat dan relasi lemah. gambar dibawah ini menjelaskan notasi umum untuk relasi kuat dan relasi lemah.

Gambar 2.  Notasi Relasi Entitas untuk Entitas Kuat (b) dan Entitas Lemah (c)

Batasan Partisipasi 

Batasan partisipasi atau batasan hubungan entitas menjelaskan bagaimana data itu berelasi, batasan ini menentukan bagaimana (harus ataukah tidak) berpartisipasi suatu entitas dengan relasinya pada entitas lain. Batasan partisipasi dibedakan menjadi dua yaitu : 

  1. Partisipasi Total (harus berpartisipasi).
  2. Partisipasi Parsial (tidak harus berpartisipasi). 

Contoh relasi yang merupakan partisipasi total adalah relasi antara pegawai dengan departemen dengan nama relasi bekerja untuk dan partisipasi total disisi pegawai. Dari diskripsi basis data disebutkan bahwa : 

 “Semua pegawai harus bekerja di bawah suatu departemen” 

Dari pernyataan diatas mengindikasikan bahwa relasi disisi pegawai adalah relasi total yang ditandai dengan kata kunci harus. Untuk menggambarkan relasi dengan partisipasi total tersebut dapat dilakukan dengan dua pendekatan yaitu: 

  1. Menggunakan garis ganda pada relasi disisi pegawai. 
  2. Menggunakan satu garis pada relasi disisi pegawai digabungkan dengan minimum 1 (minimum bekerja pada 1 departemen). 
Gambar 3. Relasi dengan Batasan Partisipasi Total

Contoh relasi yang merupakan partisipasi parsial adalah relasi antara pegawai dengan departemen dengan nama relasi mengepalai daan partisipasi parsial disisi pegawai. Dari diskripsi basis data disebutkan bahwa :

“Beberapa pegawai mengepalai sebuah departemen (setiap pegawai tidak harus mengepalai suatu departemen) “

Dari pernyataan di atas mengindikasikan bahwa relasi disisi pegawai adalah mempunyai partisipasi parsial. Hal ini ditandai dengan kata kunci (beberapa pegawai ...... atau tidak harus.....). 
Untuk menggambarkan relasi dengan partisipasi parsial tersebut dapat dilakukan dengan dua pendekatan yaitu:
  1. Menggunakan satu garis pada relasi disisi pegawai. 
  2. Menggunakan satu garis pada relasi disisi pegawai digabungkan dengan minimum 0 (tidak mengepalai departemen).
Gambar 4. Relasi dengan Batasan (constraint) Partisipasi Parsial

TERIMAKASIH

Materi Kegiatan Belajar 4 :


Langkah-Langkah Menemukan / Identifikasi Relasi

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menemukan atau mengidentifikasi relasi yaitu antara lain sebagai berikut: 

1. Dari gambaran cerita sistem, tandai setiap hubungan yang diwakili oleh kata kerja yang ada di dalam ilustrasi beserta entitas yang berhubungan. 

2. Identifikasikan rasio kardinalitas dari setiap hubungan. 

3. Identifikasikan batasan partisipasi dari setiap hubungan yang ada berikut kemungkinan atribut yang muncul dari setiap hubungan. 

4. Gambarkan hubungan tersebut dalam bentuk notasi diagram dan gabungkan dengan notasi Entitas dan atribut yang dibuat sebelumnya.

 Sebagai contoh adalah “Temukan relasi untuk Sistem Kepegawaian di perusahaan A dengan ( lihat kembali diskripsi sistem basis data diatas) ?”

Langkah-langkah penyelesaian adalah : 

Langkah 1: dari gambaran cerita sistem, tandai dan tentukan setiap hubungan yang diwakili oleh kata kerja yang ada di dalam ilustrasi dan entitas yang berhubungan 

Langkah 2: Identifikasi hubungan antara entitas. Indentifikasi hubungan dilakukan dengan membuat tabel sepeti terlihat di bawah ini. Hubungan berlangsung dua arah dari entitas 1 ke entitsas 2 dan sebaliknya. Kata kunci hubungan satu sisi menggunakan kata aktif dan dari sisi sebaliknya menggunakan kata kunci pasif. 

Tabel 1. Identifikasi Hubungan Antara Dua Entitas Dua Arah

Entitas 1

Hubungan

Entitas 2

Pengawas (Pegawai)

memimpin

Pegawai

Pegawai

dipimpin

Pengawas (Pegawai)

Pegawai

bekerja untuk

Departemen

Departemen

terdiri dari

Pegawai

Pegawai

mengepalai

Departemen

Departemen

dikepalai

Pegawai

Pegawai

bekerja pada

Proyek

Proyek

terdiri dari

Pegawai

Departemen

mengatur

Proyek

Proyek

diatur

Departemen

Pegawai

menanggung

Tanggungan

Tanggungan

ditanggung

Pegawai


Tabel 2. Identifikasi Hubungan Antara Dua Entitas Satu Arah

Entitas 1

Hubungan

Entitas 2

Pengawas (Pegawai)

memimpin

Pegawai

Pegawai

mengepalai

Departemen

Pegawai

bekerja pada

Proyek

Departemen

mengatur

Proyek

Pegawai

menanggung

Tanggungan


Tabel 3. Identifikasikan Rasio Kardinalitas Dari Setiap Hubungan

Entitas 1

Banyaknya Entitas 1 berpartisipasi

Hubungan

Banyaknya Entitas 2 berpartisipasi

Entitas 2

Pengawas (Pegawai)

1

memimpin

N

Pegawai

Pegawai

1

dipimpin

1

Pengawas (Pegawai)

Pegawai

1

bekerja untuk

1

Departemen

Departemen

1

terdiri dari

N

Pegawai

Pegawai

1

mengepalai

1

Departemen

Departemen

1

dikepalai

1

Pegawai

Pegawai

1

bekerja pada

N

Proyek

Proyek

1

terdiri dari

N

Pegawai

Departemen

1

mengatur

N

Proyek

Proyek

1

diatur

1

Departemen

Pegawai

1

menanggung

N

Tanggungan

Dari tabel Identifikasikan rasio kardinalitas untuk setiap hubungan diatas dapat digambarkan diagram relasi antar entitas, seperti terlihat dalam gambar 1 di bawah ini :
Gambar 1. Diagram Relasi Entitas Pegawai dan Departemen

Relasi antar entitas juga dapat diwujudkan dengan melibatkan identifikasikan batasan partisipasi dari setiap hubungan yang ada. Tabel dibawah ini emnejelaskn relasi yang melibatkan banyaknya partisipasi (minimal dan maksimal). 

Tabel 4. Indentifikasi batasan partisipasi (min, max) antara dua entitas.

Entitas 1

Banyaknya

Entitas 1

yang

berpartisipasi

Hubungan

 

Banyaknya

Entitas 2

yang

berpartisipasi

(min,max)

Entitas 2

Pegawai

1

memimpin

(0,N)

Pegawai

Pegawai

1

dipimpin

(0,1)

Pegawai

Pegawai

1

bekerja untuk

(1,1)

Departemen

Departemen

1

terdiri dari

(1,N)

Pegawai

Pegawai

1

mengepalai

(0,1)

Departemen

Departemen

1

dikepalai

(1,1)

Pegawai

Pegawai

1

bekerja pada

(1,N)

Proyek

Proyek

1

terdiri dari

(1,N)

Pegawai

Departemen

1

mengatur

(0,N)

Proyek

Proyek

1

diatur

(1,1)

Departemen

Pegawai

1

menanggung

(0,N)

Tanggungan

Tanggungan

1

ditanggung

(1,1)

Pegawai


Dari tabel indentifikasi batasan partisipasi (min, max) diatas dapat digambarkan diagram relasi entitasnya,seperti terlihat pada gambar 2.
Gambar 2. Diagram Relasi Entitas

Dengan cara yang sama dapat ditemukan digambarkan relasi entitas-entitasnya. Gambar 3 di bawah ini menjelaskan ER diagram secara lengkap untuk sistem kepegawaian di perusahaan A
Gambar 3. Entity Relationship Diagram Sistem Basis Data Kepegawaian

TERIMAKASIH

Materi Kegiatan Belajar 4 :


Latihan Praktik DDL -- SATU --

Buat DATABASE dengan nama latihanlks Buat Tabel Data Siswa  Hasil  Tambahkan colum No HP dan Umur pada tabel Datasiswa  Hasilnya  Mer...